Yayasan Rehabilitasi Narkoba
Mutiara Abadi Binjai
Pulih
||
Sehat
||
Produktif
Masuk
Logo Mutiara Abadi

Latar Belakang

Kejahatan narkotika dan psikotropika merupakan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan paling serius yang berdampak luas, khususnya terhadap generasi muda sebagai aset utama bangsa. Kejahatan ini bersifat lintas negara karena melibatkan jaringan peredaran gelap yang melintasi batas wilayah, sehingga membutuhkan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan berdasarkan prinsip supremasi hukum serta kesetaraan di hadapan hukum.

Di Indonesia, angka penyalahgunaan narkotika menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Prevalensi meningkat dari 1,9% pada tahun 2008 menjadi 2,2% pada tahun 2011, dan diprediksi mencapai 2,8% pada tahun 2015 serta terus mengalami peningkatan hingga saat ini berdasarkan publikasi data BNN. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika.

Rehabilitasi merupakan langkah strategis dan manusiawi dalam membantu pengguna sekaligus korban penyalahgunaan narkotika agar dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan secara produktif. Melalui program rehabilitasi, mereka diberikan hak atas pemulihan, pembinaan mental, serta pengembangan keterampilan hidup, sehingga memperoleh kesempatan baru untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sejarah Berdiri

Yayasan Rehabilitasi Mutiara Abadi Binjai berlokasi di Kota Binjai dan didirikan pada 12 November 2015 oleh dua bersaudara, yang salah satunya merupakan mantan penyalahguna narkotika. Yayasan ini beralamat di Jl. Jend. Gatot Subroto No. 219, Binjai – Sumatera Utara.

Yayasan ini bertujuan untuk memberdayakan korban penyalahgunaan narkoba melalui penyediaan layanan pemulihan adiksi yang berkualitas, ramah, dan terjangkau. Program pemulihan dilaksanakan melalui metode Therapeutic Community (TC) dan Narcotics Anonymous (NA) dengan pendekatan yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).

Seluruh layanan dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan residen tanpa kekerasan fisik maupun psikis, tanpa diskriminasi, dan tanpa tindakan pemasungan. Program rehabilitasi diselenggarakan dalam jangka waktu 4 hingga 12 bulan dengan kapasitas rawat inap hingga 50 residen.

Kerja Sama

Logo 1
Logo 2
Logo 3
Logo 4

Visi & Misi

Visi & Misi kami menjadi pedoman dalam memberikan layanan rehabilitasi yang berkualitas, mendukung pemulihan individu secara menyeluruh, serta membentuk karakter dan keterampilan hidup yang positif.

Visi

"Yayasan Rehabilitasi Mutiara Abadi Binjai Sebagai Lembaga Yang Bergerak Dibidang Pemulihan DanPembinaan Korban Penyalahguna Napza"

Misi

  • Membina dan merangkul korban penyalah guna napza dengan penuh kasih kekeluargaan

  • Membina dan meningkatkan keimanan dengan religi danspritual korban penyalahguna napza

  • Membangun hubungan sosial kliensecara maksimal

  • Membentuk karakter klien menuju pulih dan produktif

Tim Kami

Tim Kami terdiri dari para profesional berdedikasi yang berkomitmen untuk mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan klien dengan pendekatan yang holistik dan berorientasi pada hasil.

Herlinawati Tumanggor
Pembina
Eben Ezer Manullang S.Psi, M.Psi
Pemimpin
Deby Sartika Gea S.Sn
Bendahara
Ido Putra S.Kom
Program Manager
Deddy Chandra Dynata
Konselor
Eben Ezer Manullang S.Psi, M.Psi
Psikolog
Ustad Muschin S.Pd. I
Keagamaan Muslim
Pendeta Ratna S,Th, M.Th
Keagamaan Nasrani
dr. Allen Meiyanto
Dokter kesehatan
dr. Duma Sp,KJ
Dokter Psikiater
Imam Maudin Amd.Kep
Perawat
Deddy Chandra Dynata
Konselor Adiksi
Deddy Junaidi
Konselor Adiksi
Surung Chan
Konselor Adiksi
Robby Parangin-angin
Keamanan
Rhiyanti
Catering

Alur Layanan

Alur Layanan kami dirancang untuk memberikan proses rehabilitasi yang terstruktur dan komprehensif, memastikan setiap individu mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Korban NAPZA

  • Keluarga
  • Datang Sendiri
  • Rumah Sakit
  • Pengadilan
  • Kepolisian
  • BNN
  • Dinas Sosial

Penerimaan Awal

  • Skrining menggunakan ASSIST
  • Persetujuan tindakan
  • Pemeriksaan kondisi & barang bawaan
  • Pemeriksaan urin

Syarat Administrasi

  • Fotocopy KTP calon residen (3 lembar)
  • Fotocopy KTP orang tua/wali (3 lembar)
  • Fotocopy Kartu Keluarga (3 lembar)
  • Membawa 2 lembar materai Rp10.000 untuk kontrak pembinaan

Perlengkapan

  • Baju putih lengan pendek & celana hitam (1 pasang)
  • Sepatu dan sandal
  • Batik & kaos berkerah (3 pcs)
  • Celana panjang training
  • Celana pendek & panjang (masing-masing 3 pcs)
  • Perlengkapan salat
  • Perlengkapan mandi & alat tulis (ATK)

Monitoring & Evaluasi

  • Menempatkan Residen di ruang Detoksifikasi / Intervensi Krisis 0–14 hari
  • Stabilisasi kondisi fisik & psikososial Residen

Rencana Terapi - Entry Unit

  • Tahapan Pengarahan Program selama 0–14 Hari
  • Identifikasi kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial residen
  • Pembuatan rencana awal terapi individu

Primary Program

  • Program utama 4–8 bulan (Therapeutic Community / NA)
  • Sesi konseling kelompok dan individual
  • Pelatihan keterampilan hidup sehari-hari
  • Pemantauan perkembangan fisik & psikososial

Re-Entry

  • Program Re-entry 1–4 Bulan
  • Pendampingan reintegrasi sosial & keluarga
  • Pelatihan kerja / vocational skills

Pasca Rehab

  • Pemulihan lanjutan 1–4 Bulan
  • Pendampingan komunitas & peer support
  • Monitoring kepatuhan & perkembangan residen

Terminate

  • Residen pulih, sehat, dan produktif
  • Fungsi sosial & keluarga kembali normal
  • Persiapan untuk mandiri & tanggung jawab pribadi
  • Evaluasi akhir hasil rehabilitasi & dokumentasi

Program dan Kegiatan Layanan Rehabilitasi

Program rehabilitasi kami mendukung pemulihan menyeluruh melalui konseling, terapi, serta kegiatan fisik dan mental dengan pendampingan profesional.

Tes urine narkoba adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan zat narkotika dan obat-obatan terlarang dalam urine seseorang. Tes ini biasanya digunakan dalam berbagai konteks, termasuk skrining awal, proses rehabilitasi, atau keperluan medis, guna memastikan individu tetap berada dalam pemulihan yang aman dan terkontrol.

Tujuan Tes Urine Narkoba:

Mendeteksi penyalahgunaan narkoba.
Memastikan lingkungan kerja bebas dari narkoba.
Mengetahui efek samping overdosis obat.
Digunakan dalam proses rekrutmen.
Pemeriksaan medis atau penanganan kasus penyalahgunaan narkoba.
Deteksi doping pada atlet.

Detoksifikasi atau disebut juga isolasi merupakan tahap awal dalam rehabilitasi pecandu, yang bertujuan memulai proses pemulihan dan perawatan di bawah pengawasan medis dan konselor adiksi. Pada fase ini, individu berada dalam tekanan akibat ketergantungan terhadap zat adiktif.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan tantangan internal seperti keinginan berhenti atau risiko melukai diri sendiri serta tantangan eksternal seperti penolakan dari lingkungan sekitar maupun potensi membahayakan orang lain. Layanan ini wajib dilalui oleh mereka yang diisolasi selama 0-14 hari.

Rehabilitasi narkoba rawat inap adalah program perawatan intensif di fasilitas khusus tempat pasien tinggal selama masa pemulihan. Lingkungan yang terstruktur dan bebas dari pengaruh narkoba membantu pasien fokus sepenuhnya pada proses penyembuhan melalui terapi, konseling, dan dukungan medis.

Rehabilitasi narkoba rawat jalan adalah program pemulihan yang memungkinkan pasien mendapatkan terapi dan konseling tanpa harus tinggal di fasilitas rehabilitasi. Model ini fleksibel sehingga pasien dapat tetap bekerja, bersekolah, atau menjalani aktivitas harian.

Primary

Tahap Primary adalah suatu tahapan program untuk menstabilkan kondisi fisik dan psikologis residen. Pada tahap ini residen mulai bersosialisasi dan bergabung dalam komunitas terstruktur yang memiliki hirarki, jadwal harian, terapi kelompok, grup seminar, konseling dan departemen kerja sebagai media pendukung perubahan diri. Tahap primary terdiri dari beberapa fase. Semakin tinggi fase yang diikuti maka semakin besar hak dan tanggung jawab residen.

Tahapan ini dilaksanakan paling lama 4 (empat) bulan meliputi :

  • Tahap Younger Member
  • Tahap Middle Member
  • Tahap Older Member

Re-Entry

Tahap Re-Entry adalah tahapan akhir dalam program TC, dimana residen berada dalam tahap adaptasi dan kembali bersosialisasi dengan masyarakat luas di luar komunitas residensial yang dipersiapkan melalui program pola hidup sehat dan produktif berbasis konservasi alam (hutan dan laut).

Pasca Rehabilitasi

Dilakukan setelah residen selesai mengikuti program layanan dan telah mencapai kepulihan dengan mempertimbangakan hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan yang telah dicapai dan atau sudah dinyatakan sehat secara fisik, mental/emosional, intelektual dan sosial.

Bentuk pelaksanaan layanan terdiri atas :

1.

Dirujuk ke Pasca Rehabilitasi BNN untuk mengikuti terapi lanjutan;

2.

Dikembalikan ke keluarga untuk dilakukan perawatan oleh keluarga dan melaksanakan peran dan fungsinya sebagaimana mestinya;

3.

Dirujuk ke layanan lain, seperti rumah sakit, fasilitas rehabilitasi yang lain, lembaga pemasyarakatan, dan sebagainya;

4.

Dikembalikan ke instansi pengirim. Pelaksanaan ini bagi residen yang merupakan kiriman instansi.

Prospect Chair/Mirroring adalah terapi singkat bagi residen rawat inap yang diberikan setelah masa detoksifikasi atau ketika terjadi pelanggaran. Dalam proses ini, residen ditempatkan menghadap dinding atau area tenang untuk menenangkan diri dan melakukan introspeksi secara terarah.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu residen mengevaluasi perilaku, memahami kesalahan, serta memulihkan fokus sebelum kembali ke komunitas. Metode ini menjadi bagian dari pembentukan perilaku (behavior management shaping) agar residen mampu menunjukkan perubahan yang lebih positif.

Narcotics Anonymous (NA) adalah kegiatan persekutuan yang menyediakan lingkungan kelompok yang aman dan suportif bagi individu yang sedang pulih dari kecanduan. Melalui pendekatan berbasis kelompok, NA membantu peserta mempertahankan ketenangan serta membangun komitmen terhadap proses pemulihan.

Narcotics Anonymous (NA) adalah kegiatan persekutuan yang menyediakan lingkungan kelompok yang aman dan suportif bagi individu yang sedang pulih dari kecanduan. Melalui pendekatan berbasis kelompok, NA membantu peserta mempertahankan ketenangan serta membangun komitmen terhadap proses pemulihan.

Morning Meeting

Pertemuan pagi (morning meeting) dalam rehabilitasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari untuk membangun disiplin, meningkatkan motivasi, dan memperkuat kebersamaan antar peserta. Kegiatan ini biasanya diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi perasaan (share feeling) sebagai sarana mengekspresikan kondisi emosional serta mempersiapkan peserta untuk menjalani aktivitas pemulihan dengan lebih fokus dan positif.

Wrap Up

Wrap up meeting adalah kegiatan evaluasi rutin yang dilakukan pada malam hari untuk menilai progres harian peserta, mengidentifikasi pencapaian, serta memahami area yang perlu ditingkatkan. Pertemuan ini biasanya diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan refleksi singkat atas aktivitas yang telah dijalani sebagai penutup hari dan bagian dari proses pemulihan yang berkesinambungan.

Seminar adiksi

Seminar adiksi adalah kegiatan edukatif yang membahas berbagai aspek kecanduan, baik terkait zat adiktif maupun perilaku tertentu. Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman, wawasan, dan solusi penanganan adiksi melalui pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Kegiatan ini umumnya dibawakan oleh konselor adiksi atau peserta yang memiliki kompetensi untuk menyampaikan materi secara informatif dan mendukung proses pemulihan.

Terapi Kelompok / Konseling Kelompok

Terapi kelompok atau konseling kelompok adalah bentuk psikoterapi di mana konselor bekerja dengan beberapa klien secara bersamaan untuk membantu mereka mengatasi masalah, meningkatkan pertumbuhan pribadi, serta mengembangkan strategi koping. Proses ini mengandalkan pengalaman bersama, interaksi positif, dan dukungan timbal balik dalam lingkungan yang aman dan saling mendukung.

Konseling Individu

Konseling individu adalah proses pendampingan antara konselor dan klien melalui sesi tatap muka untuk membantu klien mengatasi masalah pribadi, memahami diri secara lebih mendalam, serta mengembangkan potensi dan kemandirian. Melalui proses ini, klien dibantu untuk menemukan solusi, membuat keputusan yang tepat, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ibadah dalam rehabilitasi merupakan bagian penting dari proses pemulihan yang bertujuan memperkuat aspek spiritual dan moral peserta. Melalui pengajian, bimbingan rohani, ceramah agama, serta praktik ibadah sesuai keyakinan masing-masing, kegiatan ini membantu membangun ketenangan batin, disiplin diri, dan motivasi positif selama menjalani rehabilitasi.

  1. 1.

    Sholat dan ibadah harian adalah ibadah wajib yang menjadi bagian penting dari bimbingan rohani yang dilakukan lima kali dalam setiap hari.

  2. 2.

    Berdoa menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan memohon kekuatan dalam menjalani proses pemulihan

  3. 3.

    Kegiatan pengajian dan bimbingan rohani memberikan kesempatan untuk mendengarkan ceramah agama dan memperdalam pemahaman tentang ajaran agama.

  4. 4.

    Petugas bimbingan rohani memberikan konseling dan arahan spiritual kepada individu

  5. 5.

    Kegiatan perenungan membantu individu untuk merefleksikan diri dan memahami makna hidup.

Pemeriksaan kesehatan atau medical checkup (MCU) adalah prosedur medis yang bertujuan menilai kondisi tubuh secara menyeluruh, mendeteksi dini adanya penyakit atau gangguan kesehatan, termasuk yang belum bergejala, serta mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius. Pemeriksaan ini membantu mengetahui status kesehatan terkini, mengidentifikasi risiko penyakit di masa depan, dan menjadi dasar dalam menentukan penanganan medis maupun perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Di dalam lembaga rehabilitasi, MCU dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi kesehatan para klien yang menjalani pemulihan rawat inap. Pemeriksaan ini penting untuk memantau perkembangan fisik, memastikan tubuh tetap stabil selama proses terapi, serta memberikan intervensi medis lebih cepat apabila ditemukan keluhan atau perubahan kondisi kesehatan.

Tes psikiatri atau pemeriksaan jiwa adalah serangkaian prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis kejiwaan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan mental seseorang. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi adanya gangguan kejiwaan, memahami gejala yang dialami, serta merencanakan penanganan yang tepat. Prosesnya dapat meliputi wawancara klinis, tes psikologis, dan observasi perilaku guna memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi mental klien.

Kegiatan pemeriksaan jiwa ini dilakukan berdasarkan kebutuhan klien atau atas rekomendasi keluarga maupun wali. Evaluasi psikiatri menjadi bagian penting dalam memastikan klien mendapatkan penanganan yang sesuai, terutama bila terdapat perubahan perilaku, keluhan psikologis, atau indikasi kondisi mental tertentu yang memerlukan intervensi profesional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan yang dilaksanakan setiap hari sebagai upaya menjaga kesehatan klien selama menjalani rehabilitasi. Aktivitas ini dirancang untuk mendukung proses pemulihan melalui penerapan rutinitas yang sehat dan disiplin.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mencegah penyebaran penyakit serta menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman. Dengan kondisi lingkungan yang terjaga, klien dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih optimal dan terfokus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan yang dilaksanakan setiap hari sebagai upaya menjaga kesehatan klien selama menjalani rehabilitasi. Aktivitas ini dirancang untuk mendukung proses pemulihan melalui penerapan rutinitas yang sehat dan disiplin.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mencegah penyebaran penyakit serta menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman. Dengan kondisi lingkungan yang terjaga, klien dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih optimal dan terfokus.

Kegiatan olahraga seperti bulu tangkis, bola pingpong, sepak bola, serta senam kebugaran jasmani, ditambah permainan rekreasi seperti catur dan ludo, menjadi bagian penting dalam menunjang proses pemulihan. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan koordinasi tubuh, tetapi juga membantu melatih konsentrasi, strategi, serta mengelola emosi, sehingga klien dapat menjalani rehabilitasi dengan lebih sehat, fokus, dan berenergi.

Kegiatan outing rehabilitasi adalah aktivitas rekreasi di luar ruangan yang dirancang untuk memberikan suasana baru, meningkatkan motivasi, serta memperkuat dinamika kelompok bagi individu yang sedang menjalani program pemulihan. Melalui kegiatan alam, rekreasi, maupun interaksi sosial, outing ini memberikan pengalaman positif yang mendukung proses penyembuhan, membantu mengurangi kejenuhan, serta mendorong perkembangan mental dan emosional secara lebih seimbang.

Saturday Night Activity (SNA) adalah kegiatan malam akhir pekan yang dirancang untuk memberikan suasana positif, meningkatkan semangat, dan memperkuat kebersamaan para klien selama menjalani proses rehabilitasi. Program ini menjadi momen rekreatif yang membantu mengurangi stres, membangun dinamika kelompok, serta menumbuhkan nilai-nilai sosial dalam komunitas.

Aktivitas rekreasional yang meningkatkan keceriaan dan menciptakan pengalaman positif selama rehabilitasi.

Pertunjukan atau hiburan yang melibatkan kreativitas klien untuk membangun rasa percaya diri dan kerja sama.

Makan malam bersama sebagai sarana mempererat rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan saling menghargai.

Penanaman nilai-nilai sosial seperti gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan keadilan sesuai peran masing-masing.

Rehabilitasi vokasional adalah program yang dirancang untuk membantu individu memperoleh dan mempertahankan pekerjaan yang bermakna, sekaligus meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup. Program ini mencakup penilaian kebutuhan individu, pengembangan rencana kerja, pelatihan keterampilan, konseling, penempatan kerja, serta dukungan berkelanjutan di tempat kerja, sehingga setiap peserta dapat menyesuaikan kemampuan dengan tuntutan pekerjaan dan mencapai kemandirian secara optimal.

Aktifitas Resident

Keseharian para resident diisi dengan berbagai aktivitas positif yang membentuk kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat untuk pulih dari jeratan narkoba.

Subuh Prayer

Subuh Prayer

05.00 - 05.30

Wake Up

Wake Up

06.00 - 07.00

Wash Up

Wash Up

07.00 - 07.30

Function

Function

07.30 - 08.00

Breakfast

Breakfast

08.00 - 09.00

Morning Meeting

Morning Meeting

09.00 - 10.00

Nicotine Break

Nicotine Break

10.30 - 11.00

Seminar Adiksi

Seminar Adiksi

11.00 - 12.00

Szuhur Prayer

Szuhur Prayer

12.00 - 12.30

Launch

Launch

09.00 - 10.00

Seminar 12 Langkah

Seminar 12 Langkah

11.00 - 15.30

Nicotine Break

Nicotine Break

15.30 - 16.00

Ashar prayer

Ashar prayer

16.00 - 16.30

Function

Function

16.30 - 17.00

Sport Actifity

Sport Actifity

17.00 - 18.00

Wash Up

Wash Up

18.00 - 18.30

Magrib Prayer

Magrib Prayer

18.30 - 19.00

Dinner

Dinner

19.00 - 20.00

Isya Prayer

Isya Prayer

20.00 - 20.30

Free Time

Free Time

20.30 - 21.30

Wrap Up

Wrap Up

21.00 - 22.30

Nicotine Break

Nicotine Break

22.30 - 23.00

Closing House

Closing House

23.00 - 05.00

Kontak Kami

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut, konsultasi, atau pertanyaan seputar layanan dan program rehabilitasi. Tim kami siap membantu Anda dengan cepat dan profesional.